Banner Posting Hari BumiSejak 22 April 1970, Hari Bumi dirayakan di banyak negara. Jadi sekarang kita akan merayakan hari bumi yang ke 39, meskipun bumi kita sudah berumur sekitar 4,5 milyar tahun. Perayaan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran dan apresiasi untuk lingkungan di bumi. Untuk itu saya hanya sekedar berimajinasi atau mungkin akan lebih berharap tentang apa yang akan terjadi pada tempat kita berpijak sampai akhir hayat kita di 20 tahun mendatang.

Tak dapat disangkal lagi kalau keadaan bumi kita yang sekarang sudah sangat memprihatinkan. Apa lagi kalau bukan karena Global Warming. Mulai dari suhu yang terus meningkat yang membuat kita menggeliat seperti cacing kepanasan sampai mencairnya es di kutub secara perlahan tapi pasti. Bahkan beberapa spesies sudah mulai merasakan dampak yang sangat fatal, kematian. Berdasarkan hasil penelitian sejumlah besar penguin mati karena kelaparan. Hal ini terjadi karena banyak ikan dan plankton yang merupakan makanan utama pinguin mati karena pemanasan global yang sedang menggerogoti bumi. Semakin hari, bumi kita ini semakin dekat dengan kata ‘tidak layak tinggal’.200px-earth_daysvg

Realita mengatakan bahwa sekarang ini masih belum terlambat untuk menyelamatkan bumi kita. Meski banyak segi yang harus dibenahi tapi dengan kerjasama seluruh lapisan masyarakat di bumi kita pasti bisa.

Sejak beberapa tahun yang lalu para ilmuwan di seluruh lapisan bumi sudah mulai berlomba untuk menemukan sebuah temuan baru yang diharapkan mampu menyelamatkan bumi dari kehancuran. Sampai sekarang pun sepertinya mereka tak ada kata lelah ataupun jenuh di dalam kamus mereka untuk berinovasi. Penemuan yang paling mungkin untuk digunakan oleh publik dalam waktu dekat ini adalah kendaraan ramah lingkungan, atau yang biasa disebut hybrid car. Hampir semua pabrikan otomotif terkemuka dunia rela mengeluarkan jutaan dolar untuk mengadakan riset. Untuk sekarang ini memang masih hanya segelintir orang saja yang memiliki kendaraan istimewa tersebut, tetapi 20 tahun mendatang kendaraan tersebut akan semakin banyak dijumpai melintas di jalan aspal. Bukan tidak mungkin kalau pada akhirnya kondisi bumi menjadi semakin kondusif dan layak untuk ditempati. Udara menjadi semakin sejuk, suhu tak lagi menyengat, sudah bukan merupakan mimpi belaka.

Tidak hanya hybrid car, beberapa waktu lalu dalam kontes ide cemerlang untuk mencegah laju perubahan iklim di Norwegia, muncul suatu alat yang digunakan untuk memasak bertenaga matahari. Hebatnya pembuatan pemanas tersebut hanya memakan biaya sebesar Rp 60.000 saja. Alat tersebut berbahan kardus serta dilengkapi dengan bahan reflektif transparan dan bercat hitam yang bertujuan agar dapat menyerap panas. Alat tersebut mampu menghasilkan panas hingga 80o celcius. Aplikasinya mampu menggantikan kayu bakar sebagai sumber energi utama, terutama di negara-negara berkembang yang berpenduduk padat seperti, Indonesia, India, dan Afrika Selatan. Hal ini diyakini dapat mengurangi ancaman terhadap keutuhan hutan sebagai penyeimbang iklim dan penyerap karbon, yang merupakan unsur utama pembentuk gas rumah kaca secara signifikan. Semakin terbukalah peluang kita untuk menempati bumi yang lebih baik lagi di 20 tahun mendatang.

Akan lebih baik jika tiap negara di seluruh dunia mau merelakan 1/5 dari bagian negaranya untuk ditanami pohon. Itu akan membuat peluang pemanasan global untuk menggerus bumi sedikit demi sedikit semakin berkurang secara signifikan. Terutama untuk negara besar yang hampir tidak pernah sepi dari kegiatan yang hampir di tiap sudut kota berdiri kokoh gedung-gedung perkantoran. Bisa dibilang yang sekarang bukan lagi kota tapi ‘Hutan Beton’.