Kemaren hari Kamis, 11 September 2008, aku baca koran. Bukan suatu hal yang biasa kalo aku bisa baca koran. heheheheee…… Judul di halaman depan udah menarik banget buat di baca. Pertama aku baca judulnya sich aku kaget setengah mampus. Kaget bukan karena aku masuk koran dengan judul anak SMA merampok nenek tua, tapi judulnya NAPAK TILAS BIG BANG SUKSES.
Kebayang ga sich kalo sekarang para ilmuwan dunia udah tahu gimana proses bumi terbentuk. Melalui eksperimen Badan Riset Nuklir Eropa (CERN), sekitar 7.000 ahli fisika partikel salah satunya aku menyaksikan langsung tapak tilas ledakan mahadahsyat big bang 15 miliar tahun lalu. Peristiwa itu diyakini para ahli menjadi awal penciptaan alam semesta kita.
Simulasi yang meniru kondisi saat awal pembentukan alam semesta itu dilakukan dalam fasilitas yang diberi nama Large Hadron Collider (LHC). LHC adalah mesin pembentur partikel berbentuk cincin raksasa dengan panjang keliling 27 km dan ditanam pada kedalaman 175 meter. Dibangun di antara perbatasan Prancis dan Swiss, cincin raksasa itu terdiri atas 9.300 kumparan magnet superkonduktif dengan berat berton-ton. Saking besarnya konstruksi itu, satu potong pipanya bisa dipakai untuk membangun satu menara Eiffel baru. Diperkirakan pembangunan fasilitas itu memakan dana sampai USD 9,2 miliar (Rp 85,56 triliun).
Setelah melalui serangkaian percobaan, tepat pada pukul 10.36 waktu setempat atau pukul 15.30 WIB, dua titik putih terlihat melintas di layar komputer para ahli di ruang pantau CERN. Titik putih yang mengindikasikan bahwa proton telah menempuh seluruh etape cincin LHC itu disambut suka cita para fisikawan.
Kegembiraan juga terjadi di Chicago, yang jauhnya ribuan kilometer dari lokasi eksperimen. Selain tepuk tangan, gelas champagne juga beradu untuk merayakan prestasi terbesar ilmuwan sejak penemuan teori big bang.
Di ruang khusus, di terowongan LHC yang tertutup rapat itu para ilmuwan melarikan partikel proton sampai mendekati kecepatan cahaya dan berkeliling terowongan 27 km sebanyak 11,000 kali per detik. Kondisi kecepatan setinggi itu berkorelasi dengan temperatur yang sangat tinggi, yang diperkirakan mirip keadaan alam semesta pada saat baru lahir.
Pada tahap awal, dicoba dulu searah jarum jam. Lalu dilarikan proton pada arah berlawanan jarum jam. Proton-proton yang lintasannya berlawanan itu kemudian ditabrakkan sehingga pecah berantakan. Tumbukan itu menghasilkan energi yang direkam oleh alat pendeteksi pada titik-titik tertentu sepanjang terowongan.
Sekarang, para ilmuwan memelototi seluruh detektor untuk menemukan partikel paling eksotis, yaitu “Partikel Higg Boson”. Peter Higgs asal Skotlandia, pada 1964, berpendapat bahwa materi pertama yang terbentuk di ruang angkasa tidak memiliki berat di awal pembentukan alam semesta. Namun, seiring bertambahnya waktu, materi semakin besar massanya. Partikel awal itulah yang kemudian disebut Partikel Higg Boson yang populer disebut dengan “Partikel Tuhan”. Ilmuwan menamainya demikian untuk meledek Higgs yang menganut paham atheis.
Meskipun dilakukan dengan fasilitas spektakuler, pembuatan versi mini big bang di LHC oleh CERN sudah mengundang kontroversi sejak dibangun pada 2003. Padahal, proyek ambisius itu didanai secara patungan oleh 20 negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.CERN menyatakan telah menerima sangat banyak e-mail yang menyampaikan kekhawatiran mengenai percobaan itu. Mereka khawatir, penciptaan simulasi big bang itu menciptakan black hole (lubang hitam) dengan daya tarik intensif yang menyedot CERN, Eropa, dan barangkali seluruh planet ini.
Lebih jauh eksperimen supermahal itu akan membuka jalan bagi makhluk dari alam lain untuk menyerbu melalui “lubang jarum” dalam ruang waktu antariksa. Namun, hasil eksperimen kemarin membuktikan bahwa simulasi big bang tidak mewujudkan semua kemungkinan hasil semacam itu.
Tapi permasalahannya bukan itu. Tapi, kalo semua yang terjadi di alam semesta ini, semua yang tercipta di alam semesta ini dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, bukan suatu hal yang mustahil kalo lama kelamaan keberadaan TUHAN sebagai pencipta alam semesta hanya dianggap sebagai hisapan jempol. Bisakah anda membayangkan jika semua manusia di bumi ini berpikir seperti ilmuwan secara logis dan mulai tidak percaya akan adanya TUHAN?????
APA JADINYA DUNIA INI TANPA AGAMA………???????
September 13, 2008 at 6:03 am
ni smw dimulai pas jaman galileo ( *galileo adalah ilmuwan sekaligus penganut agama yg taat ), galileo dibunuh oleh para pendeta karna menyatukan ilmu pengetahuan dan agama. tapi galileo punya pengikut yg disebut illuminati, mereka ntulah kebanyakan para ilmuwan sekarang yang pengen ngancurin agama dengan ilmu!
September 13, 2008 at 7:50 am
“Koran”?
I booked you a ticket to Guantanamo, boy!
September 14, 2008 at 2:25 pm
@ 3mnnm8 : ouhw,,, gtu toh.aku baru tau yang kaya gtu….
@ John McCunt : Really….!!!!!!??????Do u think I will scare….,,,u’re wrong……In my opinion u’re just a bad person in a bad community,,,,i’m definately sure u and ur community won’t win the election.
YOU’RE JUST A BUNCH OF LOSER….!!!!!
September 15, 2008 at 1:40 pm
postingan kok koyok ngono??
ga penting temen…. urip kok digawe ngono…
wes wes.. nang omah mbokep ae… postingan ilmiah…
koyo taek..
September 15, 2008 at 6:35 pm
mmm…
)
apa si ini?!
bingung, tapi agak nambah pengetahuan dikit.
makasi,ya…
September 17, 2008 at 1:28 pm
@ harri cute >, : ya ampun,,,,bulan puasa kok nuduh orang yang nggak-nggak….
@ Mus_ : sama-sama
September 17, 2008 at 5:36 pm
pak de… ini persis dengan isi koran pak dee…. mbok ya diedit sedikit lah pakek bahasa sampeyan sendiri.. wekekeke…
btw, justru itu tugas manusia, menguak rahasia alam, biyar manusia itu mengerti betapa Tuhan itu Maha Pencipta… dan Maha Kuasa dan Maha Besar!!
September 18, 2008 at 4:16 am
Gpp lah mengutip koran, kalo untuk kepentingan bersama gpp..
September 19, 2008 at 6:21 am
Ooo, begitu toh terjadinya alam semesta ini. Tapi aku yakin, sehebat apapun ilmuwan di dunia ini tidak akan bisa melebihi kehebatanNya.
September 19, 2008 at 7:17 am
iya…. dunia bakal, wahhhhhhhhhhh…. kayaknya ancur deh….
kan qta musti yakin bahwa ada yang menciptakan dunia ini…
Maha dari segala Maha…..
September 19, 2008 at 12:01 pm
Sama persis dengan titik koma yang pernah aku baca. Tetep semangat..
September 20, 2008 at 2:20 am
@ ndop : heheheee….iya nie,,waktu itu lagi ga ada ide buat postin jadinya ya copy past gitu….
@ zee : iya,betul
@ Edi Psw : setuju….
@ 4d3uny : he eh….
@ gajah_pesing : sekali-kali gpp kan….???? heheheee
September 22, 2008 at 5:21 am
oh ternyata gitu ya..
September 22, 2008 at 3:14 pm
@ canenina : he…eh,,,,
October 9, 2008 at 12:50 am
tapi bu8kan ilmuwan negara kita kan
October 9, 2008 at 3:05 am
@ fikri92 : lho itu yang dari indonesia namanya dion,,,masa ga tau sich…???
November 18, 2008 at 6:09 pm
saya harus baca sumber aslinya nih, soalnya terlalu menarik buat ditinggalkan.
ini mirip kasus pencarian orang2 eropa gimana caranya mengakali malaikat maut biar manusia ga mati2.
saya masih nunggu nih bisa ga teknologi mengembalikan waktu secara nyata pake mesin waktu, bukan cuma di film. atau kayak hiro di film heroes. biar kita2 bisa memperbaiki kesalahan masa lalu
November 19, 2008 at 12:12 pm
@ wyd : kalo kita bisa memperbaiki kesalahan,neraka jadi sepi donkz…. hwahahaaa
November 19, 2008 at 4:03 pm
trus… kamu punya rencana jangka panjang buat meramaikan neraka? pls jangan ajak2 saya! saya sih meski baru denger cerita2 soal sorga dari buku yang ga tau bohong atau ga nantinya, saya sumpah mati lebih milih sorga ajalah
November 20, 2008 at 2:40 am
@ wyd : iya….sekalian mau ngundang kangen band biar rame sekalian kaya pensi….hwaahahaaa